Peran Generasi Muda dalam Mengembangkan Agrowisata Konservatif di Waduk Leubok
DOI:
https://doi.org/10.62671/jp3l.v2i2.73Kata Kunci:
Agrowisata Konservatif, Generasi Muda, Kesadaran Lingkungan, Pertanian Berkelanjutan, WadukAbstrak
Pengembangan kawasan agrowisata berbasis lingkungan memerlukan peran aktif berbagai pihak, termasuk generasi muda sebagai agen perubahan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi generasi muda dalam pelestarian lingkungan melalui aksi penanaman pohon di kawasan sekitar waduk. Kegiatan ini melibatkan kelompok pemuda setempat yang diberikan edukasi mengenai pentingnya penghijauan, pemilihan jenis pohon yang sesuai dengan kondisi ekosistem waduk, serta teknik penanaman dan perawatannya. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan kesadaran lingkungan dan keterlibatan aktif generasi muda dalam upaya menjaga keseimbangan ekosistem dan mendukung pengembangan kawasan agrowisata. Dengan adanya program ini, diharapkan kawasan waduk dapat berkembang menjadi destinasi agrowisata yang berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi serta ekologis bagi masyarakat sekitar.
Referensi
Aref, F., & Gill, S. (2009). Rural tourism development through rural cooperatives. Nature and Science, 7(10), 68–73.
Arifin, B. (2020). Sustainable agriculture and ecotourism development. Jakarta: Pustaka Pertanian.
Busby, G., & Rendle, S. (2000). The transition from tourism on farms to farm tourism. Tourism Management, 21, 635–642.
Canoves, G., Villarino, M., Priestley, G., & Blanco, A. (2004). Rural tourism in Spain: An analysis of recent evolution. Geoforum, 35, 755–769.
Hakim, L., & Nakagoshi, N. (2008). Planning for nature-based tourism in East Java: Recent status of biodiversity, conservation and its implication for sustainable tourism. ASEAN Journal on Hospitality and Tourism, 7(2), 155–167.
Kuswiati, W. (2008). A case study of participatory development in the one village one product movement: Green tourism in Ajimu Town, Oita, Japan and agro tourism in Pasuruan, East Java, Indonesia. Journal of OVOP Policy, 1(11), 67–75.
Laverack, G., & Thangphet, S. (2009). Building community capacity for locally managed ecotourism in Northern Thailand. Community Development Journal, 44(2), 172–185.
Nugroho, I. (2018). Ecotourism and community empowerment. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Suharto, R. (2019). Agroforestry and ecotourism in Southeast Asia. Bandung: AgroMedia.
World Tourism Organization [WTO]. (2011). Annual report. World Tourism Organization.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Ummy Qalsum, Linda Santri, Qhisthina Atikah, Jasmine Mardhina Qamarani FP

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.





