Edukasi Penyembelihan Hewan Secara Halal di Gampong Suak Ribee, Aceh Barat

Penulis

  • Hasanuddin Husin Universitas Teuku Umar, Indonesia
  • Sri Maryati Universitas Teuku Umar, Indonesia
  • Muhammad Irfan Febriansyah Universitas Teuku Umar, Indonesia
  • Suci Rahmi Universitas Teuku Umar, Indonesia
  • Nafisah Eka Puteri Universitas Teuku Umar, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.62671/jp3l.v2i2.74

Kata Kunci:

penyembelihan halal, animal welfare, pelatihan kurban, Aceh Barat

Abstrak

Penyembelihan adalah mematikan hewan dengan cara memotong saluran nafas dan saluran makanan serta urat nadi utama yang terdapat pada leher hewan. Tujuannya agar hewan tersebut menjadi halal dimakan dagingnya. Akan tetapi, terkadang masyarakat kurang memahami metode penyembelihan yang baik agar kualitas daging terjaga serta tetap mempertimbangkan animal welfare. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan panitia kurban serta perangkat desa di Gampong Suak Ribee, Aceh Barat, mengenai penyembelihan hewan kurban yang memenuhi prinsip halal, higienis, dan kesejahteraan hewan (animal welfare). Metode yang digunakan meliputi sosialisasi dan pelatihan tiga tahap: (1) pra-penyembelihan (pemilihan, pengangkutan, dan pemeliharaan hewan), (2) penyembelihan (persiapan lokasi, alat, dan teknik perobohan serta penyembelihan), dan (3) pasca-penyembelihan (pengelolaan daging). Hasil menunjukkan bahwa kesalahan umum seperti teknik perobohan kasar, penyembelihan tidak tepat, dan penanganan daging tidak higienis berhasil diatasi melalui edukasi. Peserta diajarkan teknik perobohan humanis (seperti rope casting), penyembelihan syar’i (memotong tiga saluran leher dengan pisau tajam sambil membaca basmalah), serta tata kelola daging yang higienis. Evaluasi kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta. Kegiatan ini tidak hanya menjamin kualitas daging kurban (pH stabil, warna merah cerah, dan daya simpan lebih lama), tetapi juga memperkuat ketahanan pangan halal di masyarakat. Rekomendasi untuk kegiatan serupa adalah pendampingan langsung saat penyembelihan Idul Adha untuk memastikan praktik berkelanjutan.

Referensi

Abd El-Rahim, I. H. A., Mashat, B. H., & Fat'hi, S. M. (2023). Effect of halal and stunning slaughter methods on meat quality: A review. International Food Research Journal, 30(2), 290–302.

Abdullah, F. A. A., Borilova, G., & Steinhauserova, I. (2019). Halal criteria versus conventional slaughter technology. Animals, 9(1), 1–13. https://doi.org/10.1093/ps/78.2.277

Addeen, A., Benjakul, S., Wattanachant, S., & Maqsood, S. (2014). Effect of Islamic slaughtering on chemical compositions and post-mortem quality changes of broiler chicken meat. International Food Research Journal, 21(1).

Aghwan, Z. A., Bello, A. U., Abubakar, A. A., Imlan, J. C., & Sazili, A. Q. (2016). Efficient halal bleeding, animal handling, and welfare: A holistic approach for meat quality. Meat Science, 121, 420–428. https://doi.org/10.1016/j.meatsci.2016.06.028

Arshad, M. S., Khan, U., & Khalid, W. (2022). Customary slaughtering methods and their comparison with Islamic slaughtering (Zabiha): The review. Indonesian Journal of Interdisciplinary Islamic Studies, 65–89.

Cevallos-Almeida, M., Burgos-Mayorga, A., Gómez, C. A., Lema-Hurtado, J. L., Lema, L., Calvache, I., & Estupiñán, P. (2021). Association between animal welfare indicators and microbiological quality of beef carcasses, including Salmonella spp., from a slaughterhouse in Ecuador. Veterinary World, 14(4), 918.

Delgado, H., Cedeño, C., Oca, N. D., & Villoch, A. (2015). Hygienic quality of the meat obtained at slaughterhouses in Manabí-Ecuador.

Farouk, M. M., Al-Mazeedi, H. M., Sabow, A. B., Bekhit, A. E. D., Adeyemi, K. D., Sazili, A. Q., & Ghani, A. (2014). Halal and kosher slaughter methods and meat quality: A review. Meat Science, 98(3), 505–519. https://doi.org/10.1016/j.meatsci.2014.05.021

Gallo, C., Tarumán, J., & Larrondo, C. (2018). Main factors affecting animal welfare and meat quality in lambs for slaughter in Chile. Animals, 8(10), 165. https://doi.org/10.3390/ani8100165

Khan, R., Guo, H., Raza, S. H. A., Rahman, A., Ayaz, M., & Linsen, Z. (2018). Halal slaughtering, welfare, and empathy in farm animals: A review. Tropical Animal Health and Production, 50, 1733–1738. https://doi.org/10.1007/s11250-018-1623-6

Nor, M., Khan, I., & Elius, M. (2018). Analysing the conceptual framework of religious freedom and interreligious relationship in Islam. Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies, 8(2), 309–334. https://doi.org/10.18326/ijims.v8i2.309-334

Novra, A., Adriani, A., Depison, D., & Octavia, A. (2020). Cheap Qurban Syariah Investment (CQSI) Program, empowerment and price stabilization. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 18(2). https://doi.org/10.22219/jep.v18i2.12434

Schwartzkopf-Genswein, K. S., Faucitano, L., Dadgar, S., Shand, P., González, L. A., & Crowe, T. G. (2012). Road transport of cattle, swine and poultry in North America and its impact on animal welfare, carcass and meat quality: A review. Meat Science, 92(3), 227–243. https://doi.org/10.1016/j.meatsci.2012.04.010

Wibowo, A., Mayulu, H., Aprylasari, D., Qamara, C., Widiarta, I. P. G. D., & Fanani, A. F. (2024). Training stockmen in animal welfare-based slaughter techniques to reduce bruising in beef carcasses. Mejuajua: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat, 4(1), 115–121.

Unduhan

Diterbitkan

2025-06-29

Cara Mengutip

Edukasi Penyembelihan Hewan Secara Halal di Gampong Suak Ribee, Aceh Barat. (2025). JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L), 2(2), 19-24. https://doi.org/10.62671/jp3l.v2i2.74

Artikel Serupa

11-20 dari 41

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.