Pembentukan Kelompok Pemuda Pengelola Desa Wisata di Kuala Trang
DOI:
https://doi.org/10.62671/jp3l.v3i1.86Kata Kunci:
desa wisata, pemuda, kelompok pengelola wisataAbstrak
Pengembangan desa wisata merupakan strategi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan. Program pengabdian ini menunjukkan peran strategis pemuda sebagai agen perubahan dalam pengelolaan pariwisata yang berkelanjutan, dengan mengambil studi kasus program pemberdayaan di Desa Kuala Trang, Kabupaten Nagan Raya. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah memberdayakan pemuda melalui pembentukan kelompok pengelola untuk mengoptimalkan potensi wisata alam desa secara mandiri dan profesional. Metode yang digunakan meliputi beberapa tahapan, yaitu inisiasi dan diskusi dengan perangkat desa, pembentukan kelompok pemuda, Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan multi-pihak, serta pendampingan berkelanjutan. Hasil dari kegiatan ini adalah terbentuknya kelembagaan pemuda yang sah untuk mengawasi dan mengelola kawasan wisata, yang dilengkapi dengan peningkatan kapasitas dalam manajemen dan digital marketing. Simpulan analisis FGD mengidentifikasi peluang besar dari tren wisata berkelanjutan, namun juga menyoroti kelemahan dalam kapasitas pengelolaan dan ancaman kerusakan lingkungan. Dampak yang diharapkan adalah terciptanya lapangan kerja, penguatan ekonomi lokal, dan pelestarian lingkungan. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa kesuksesan jangka panjang bergantung pada pemberdayaan pemuda yang berkelanjutan, pemanfaatan teknologi, dan pengelolaan destinasi yang bertanggung jawab untuk mencapai keseimbangan antara manfaat ekonomi, sosial, dan kelestarian ekologis.
Referensi
Ftiyani, L., Nugroho, J. T., & Mulyani, S. (2019). Desa Candirejo Kecamatan Borobudur Kabupaten. Jurnal Mahasiswa Administrasi Negara (JMAN), 03(03), 1–5.
Godovykh, M., Fyall, A., & Pizam, A. (2025). Exploring the Impacts of Tourism on the Well-Being of Local Communities. Sustainability (Switzerland), 17(13). https://doi.org/10.3390/su17135849
Herawati, T. (2014). Model Pemberdayaan Masyarakat Desa Dan Penanggulangan Kemiskinan Melalui Pengembangan Desa Wisata Di Depok. Ekonomi & Bisnis, 10(2), 168–175. https://doi.org/10.32722/eb.v10i2.412
Istifadhoh, N. (2020). hebat dan ikut serta membangun desanya masing-masing. Sehingga akan menjadi pemuda yang memiliki rasa kepemilikan serta rasa tanggung jawab terhadap kemajuan desanya serta mampu berdaya saing. Kata Kunci: Pemberdayaan, SDM, Pemuda, Ademos. Journal, Indonesian Interdisciplinary Economics, Sharia, 2(2), 147–154.
Meyer, D. F. M. A. N. (2015). The role and impact of tourism on local economic development: A comparative study. African Journal for Physical, Health Education, Recreation and Dance (AJPHERD), 21(1), 197-214.
Miller, M. L., Auyong, J., & Hadley, N. (2002). Sustainable Coastal Tourism: Challenges for Management, Planning, and Education. Proeedings of the 1999 International Symposium on Coastal and Marine Tourism: Balancing Tourism and Conservation: April 26-29, 1999, January, 3–20. http://citeseerx.ist.psu.edu/viewdoc/download?doi=10.1.1.199.2791&rep=rep1&type=pdf
Republik Indonesia. (2009). UNDANG – UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2009.
Santika, M., Fadilah, M., Damayanti, S., & Farhan, M. (2025). Peran pemuda lokal dalam pengembangan ekonomi desa wisata: Desa Wisata Puspamukti. PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial Dan Humaniora, 4(4), 6711–6720. https://doi.org/10.56799/peshum.v4i4.9701
Widyastuty, A., Abriantoko, O., & Hidayati, R. (2019). Pemberdayaan Pemuda Karang Taruna Melalui Program Remaja Peduli Lingkungan Desa Wisata Kebontunggul. Penamas Adi Buana, 3(1), 23–30.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Vardila, Sabki, Feni Rotiva, Suldarajat, Mustafa Kamal, Nafisah Eka Puteri, Lia Angraeni, Mirza Angriawin

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.






