Integrasi Pendidikan Lingkungan Dalam Pengembangan Kawasan Wisata
DOI:
https://doi.org/10.62671/jp3l.v3i1.87Kata Kunci:
Pendidikan Lingkungan, Pariwisata Berkelanjutan, Desa Kuala Trang, Konservasi PesisirAbstrak
Pengembangan kawasan wisata alam di Desa Kuala Trang yang berfokus pada potensi pantai dan kolam berpotensi menimbulkan tekanan ekologis jika tidak diimbangi dengan prinsip konservasi. Degradasi lingkungan, seperti pencemaran sampah plastik dan kerusakan habitat pesisir, menjadi ancaman nyata terhadap keberlanjutan pariwisata. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengintegrasikan pendidikan lingkungan ke dalam pengembangan kawasan wisata sebagai strategi mitigasi dampak negatif dan mewujudkan pariwisata berkelanjutan yang seimbang antara aspek ekonomi, sosial, dan ekologi. Realisasi kegiatan dilaksanakan melalui tiga intervensi utama yaitu pemasangan banner informasi tentang ekosistem pantai dan kolam di lokasi wisata, edukasi interaktif kepada pengunjung dan masyarakat mengenai pentingnya konservasi dan pengelolaan sampah, dan aksi pembersihan pantai dan kolam yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Pendekatan partisipatif diterapkan untuk menumbuhkan rasa kepemilikan. Hasil evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat yang signifikan. Persentase jawaban benar mengenai manfaat ekosistem meningkat drastis dari 20–25% menjadi lebih dari 85%. Survei tanggapan peserta juga mengungkapkan dampak positif, dimana mayoritas responden sangat setuju bahwa edukasi meningkatkan pemahaman mereka tentang pentingnya menjaga kebersihan, dan lebih dari 40% menyatakan kesediaan kuat untuk terlibat dalam kegiatan pelestarian di masa depan. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah integrasi pendidikan lingkungan melalui metode yang partisipatif dan langsung terbukti efektif dalam meningkatkan literasi ekologis serta membangun komitmen kolektif untuk konservasi. Program ini berhasil menanamkan dasar-dasar perilaku wisata yang bertanggung jawab dan memperkuat modal sosial masyarakat, sehingga menjadi fondasi yang kokoh bagi pengembangan wisata berkelanjutan di Desa Kuala Trang yang memadukan peningkatan ekonomi lokal dengan pelestarian sumber daya alam.
Referensi
BPS Nagan Raya. (2024). Kecamatan Kuala Pesisir dalam angka 2024 (Vol. 22). Badan Pusat Statistik Kabupaten Nagan Raya.
Cabana, D., Pinna, S., Farina, S., Grech, D., Barbieri, N., & Guala, I. (2024). Coastal cultural ecosystem services and adolescents’ subjective well-being. Ambio, 53(11), 1561–1573. https://doi.org/10.1007/s13280-024-02043-2
Handayani, A., Soenarno, S. M., & Fithah, Z. (2022). Hubungan pengetahuan lingkungan hidup terhadap sikap peduli lingkungan siswa SMPN 20 Depok. EduBiologia: Biological Science and Education Journal, 2(1), 80–86.
Higgins-Desbiolles, F. (2018). Sustainable tourism: Sustaining tourism or something more? Tourism Management Perspectives, 25, 157–160.
Lakshmi, A. (2021). Coastal ecosystem services & human wellbeing. Indian Journal of Medical Research, 153(3), 382–387. https://doi.org/10.4103/ijmr.IJMR_695_21
Lakshmi, V. V., Ruby, P., & Jayakumar, N. (2024). Pollution and its impacts in Ennore Creek, Southeast Coast, India – A review. International Journal of Bio-Resource and Stress Management, 15(12), 1–5. https://doi.org/10.23910/1.2024.5645
Mukharomah, E., Handaiyani, S., & Wijayanti, T. F. (2020). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi pola perilaku masyarakat membuang sampah di Sungai Musi (Studi kasus Kelurahan 10 Ulu). UNBARA Environmental Engineering Journal (UEEJ), 1(1), 1–6.
Ruhmawati, T., Karmini, M., & Tjahjani, D. (2017). Peningkatan pengetahuan dan sikap kepala keluarga tentang pengelolaan sampah melalui pemberdayaan keluarga di Kelurahan Tamansari Kota Bandung. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 16(1), 1–7.
Stern, M. J., Powell, R. B., & Hill, D. (2014). Environmental education program evaluation in the new millennium: What do we measure and what have we learned? Environmental Education Research, 20(5), 581–611.
Suhardin, S. (2016). Pengaruh perbedaan jenis kelamin dan pengetahuan tentang konsep dasar ekologi terhadap kepedulian lingkungan. Edukasi: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan.
Wheaton, B., Waiti, J. T. A., Olive, R., & Kearns, R. (2021). Coastal communities, leisure and wellbeing: Advancing a trans-disciplinary agenda for understanding ocean-human relationships in Aotearoa New Zealand. International Journal of Environmental Research and Public Health, 18(2), 450. https://doi.org/10.3390/ijerph18020450
Wondirad, A., Tolkach, D., & King, B. (2020). Stakeholder collaboration as a major factor for sustainable ecotourism development in developing countries. Tourism Management, 78, 104024.
Zhao, Y., Han, Z., Zhang, C., Wang, Y., Zhong, J., & Gao, M. (2024). Coastal cultural ecosystem services: A bridge between the natural ecosystem and social ecosystem for sustainable development. Land, 13(9), 1352. https://doi.org/10.3390/land13091352
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Nurul Husni, Feni Rotiva, Jaminah, Muhammad Irfan Febriansyah, Nafisah Eka Puteri

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.






